Berapa kali moto gp ganti oli

Berapa kali moto gp ganti oli

Dalam pertandingan Moto Gp kita selalu melihat tim MotoGP bekerja tanpa lelah di garasi selama belangsungnya balapan Motogp. Bayangkan, Bisakah  kalian melakukan perawatan yang melelahkan seperti itu pada motor harianmu?

Karena motor balap MotoGP didesain spesial untuk balapan maka Motor balap MotoGP disiapkan tim pebalap untuk menjadi yang terbaik. Persiapan teknis tak lupa dilakukan menjelang balapan berlangsung. Hal yang terpenting selama balapan adalah menjadi yang tercepat sampai di garis finish.

Setiap detail kecil sangat berarti untuk mendapatkan beberapa milidetik yang berharga. Tak heran, tim mekanik motor MotoGP bertanggung jawab penuh untuk memelihara motor balap tersebut secara  menyeluruh.

Motor balap RC213V yang ditunggangi Marc Marquez dan Dani Pedrosa menjadi salah satu prototipe kendaraan bermotor yang paling canggih. Banyak bagian motor yang mengalami keausan seiring waktu dan terus digunakan sampai batasnya.

Oleh karena itu ada tim mekanik bertugas mengganti semua komponen. Para profesional ini bekerja tanpa lelah di setiap GP, memberikan perhatian besar terhadap setiap detail kecil,” tulis laman Box Repsol.

Diasumsikan, motor MotoGP memiliki sekitar 2.000 part dan komponen –  kompenen lain terpisah. Sekitar 200 di antaranya membutuhkan pemeliharaan dan kontrol yang tinggi. Salah satunya adalah pelumas atau oli.

Kalau motor harian sudah ditentukan oleh setiap pabrikan bahwa setiap batas kilometer atau waktu tertentu oli harus diganti. Kalau motor MotoGP bagaimana? Disebutkan dalam laman Box Repsol, tingkat oli selalu diperiksa di setiap sesi. Kalau kurang, oli akan diisi sampai batasnya. Namun, saat hari balapan, oli lama dikuras dan diganti dengan pelumas yang baru.

Setelah selesai balapan akhir pekan, oli itu dikuras lagi agar motor mudah dipindahkan dan diangkut ke seri MotoGP berikutnya. Berarti, setiap pekan balapan MotoGP, motor itu selalu menggunakan oli yang baru.

Oli yang digunakan di motor MotoGp memiliki kualitas khusus. Oli itu diformulasikan khusus untuk mendapatkan hasil maksimal dari mesin.

Hanya oli mesin dari pemasok yang ditunjuk yang diijinkan dipakai dalam balapan moto gp, minyak ini tersedia di semua acara resmi dan sesuai dengan spesifikasi FIM. Penggunaan minyak ini sifatnya resmi tanpa ada penambahan atau perubahan lainnya adalah wajib, “tegas Danny Aldridge, Direktur Teknik MotoGP.

Patut dipahami, juga bahwa dua rider Moto2, yaitu Mattia Pasini (Italtrans) dan Dominique Aegerter (Kiefer) pernah tertangkap basah tahun 2017 lalu karena mengganti oli mesin hingga terkena diskualifikasi. Padahal mereka sudah posisi podium di Catalunya, Spanyol dan Misano, Italia.

Pertanyaanya, bagaimana fungsi kontrol yang dilakukan atas perbuatan curang ? Misal mengganti oli mesin atau menambah zat aditif untuk meningkatkan perfoma oli mesin.

“Selama balapan, kita ada kontrol teknis, setelah kualifikasi dan setelah balapan. Kami membawa sebanyak mungkin motor. Prosedural normal adalah 3 motor pemenang dan diambil juga yang acak. Bisa kita membawa tiga atau empat pacuan secara acak.

Kami punya laboratorium spesialis. Jadi ini berlaku juga seperti pengecekan bahan bakar, “ucap Danny Aldridge yang menegaskan memang butuh waktu lama hingga sampai pada tahap hukuman karena proses pengecekan dan pengujian oli memakan waktu 3-4 hari lamanya.

Untuk bahan bakar MotoGP diijinkan menggunakan merek yang berbeda asalkan memenuhi peraturan FIM. Biasanya tim mengirimkan sampelnya ke laboratorium pada awal tahun.

Uncategorized